Update Informasi Menarik Tentang Efek Negative Kerja Lembur

Baha Kerja Lembur Begadang

Tidak diragukan bahwa teknologi telah menyederhanakan cara kita menjalankan rutinitas sehari-hari. Komputer membantu kita melakukan sesuatu dengan lebih cepat, email dan pesan teks membantu kita selalu terhubung, dan internet memudahkan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan apapun hanya dengan menggunakan Google.

Wajar jika sesekali lembur untuk menyelesaikan sebuah proyek atau menghadapi sebuah krisis, tapi berbeda jika secara rutin tetap di kantor atau bekerja sampai malam. Itu adalah kerja keras yang berlebihan, dan ini bisa berdampak sangat buruk terhadap kesehatan, kebahagiaan, dan kualitas hidup Anda secara keseluruhan.

Kerja lembur telah menjadi norma bagi kebanyakan orang. Meskipun kita tau itu berefek buruk, tapi tidak ada yang benar-benar mendengarkan. Masalahnya, kegagalan memprioritaskan hidup sehat tidak hanya buruk bagi karyawan, buruk juga bagi atasan. 

Mengapa kerja lembur itu buruk bagi kesehatan Anda?
Ada banyak penelitian di luar sana yang menunjukkan terlalu banyak pekerjaan dan stres yang dihasilkan dapat menyebabkan semua masalah kesehatan.

Pertama, hal ini dapat mengganggu tidur Anda. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa kerja lembur dapat berdampak negatif pada tidur Anda - apakah itu akibat stres, menatap layar komputer, atau hanya tidak memiliki cukup waktu untuk bersantai. Hal ini dapat menyebabkan kita punya "hutang tidur". Hutang tidur kronis meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Dalam jangka pendek, kurang tidur dapat memiliki efek signifikan pada hippocampus, area otak yang terlibat dalam penciptaan memori dan konsolidasi.

Faktanya adalah, kebanyakan dari kita merasa lelah lebih mudah dari yang kita kira. The Wall Street Journal melaporkan bahwa untuk setiap 100 orang yang menganggap mereka sebagai anggota elit tanpa tidur, hanya ada lima orang yang benar - benar sanggup. Hanya 1-3% orang yang benar-benar bisa tidur lima atau enam jam semalam tanpa mengalami penderitaan

Kedua, menghalangi kebiasaan baik. Bekerja terlalu banyak dapat membawa dampak pada tubuh dan otak dengan dua cara utama. Dengan meningkatkan tekanan dan dengan mengurangi rutinitas berolahraga, makan sehat, dan kebiasaan baik lainnya.

Misalnya, ketika Anda lelah, Anda lebih mengandalkan kafein untuk terbangun sepanjang hari, Anda cenderung membuat pilihan makanan yang tidak sehat. Sebuah studi di jurnal Nature Communications menemukan bahwa ketika orang lelah, pilihan makanan sehat cenderung diabaikan karena dua alasan. Pertama, memperlambat aktivitas di bidang otak kita yang bertanggung jawab untuk menentukan jenis makanan berdasarkan apa yang kita inginkan dan butuhkan. Kedua, hal itu menyebabkan peningkatan amigdala otak, yang bertanggung jawab untuk mengendalikan arti penting makanan. Seiring waktu, pilihan makanan yang buruk dapat menyebabkan penambahan berat badan dan bahkan obesitas.

Ketiga, berefek buruk bagi hatimu. Sebuah studi jangka panjang pada lebih dari 10.000 pegawai negeri di London menemukan bahwa pekerja yang bekerja tiga jam atau lebih lebih lama dari hari normal, memiliki risiko 60% lebih tinggi terkait masalah jantung daripada pekerja yang tidak bekerja lembur.  Sebuah studi lanjutan pada lebih dari 22.000 peserta menemukan bahwa orang-orang yang bekerja berjam-jam lebih 40% lebih mungkin menderita penyakit jantung koroner daripada mereka yang bekerja pada jam standar.

Keempat, lembur ini bisa menyebabkan kebiasaan minum alkohol. Pada tahun 2015, Institut Kesehatan Kerja Finlandia menerbitkan penelitian terbesar tentang korelasi antara pola kerja dan konsumsi alkohol. Dalam penelitian tersebut, sekelompok peneliti mengumpulkan dataset lebih dari 330.000 pekerja di 14 negara yang berbeda. Mereka menemukan bahwa 48 jam kerja per minggu adalah angka ajaib. Ketika orang bekerja lebih dari 48 jam per minggu, mereka cenderung melakukan "peningkatan penggunaan alkohol berisiko." Penggunaan alkohol berisiko didefinisikan sebagai lebih dari 14 gelas per minggu untuk wanita dan lebih dari 21 gelas per minggu untuk pria. Mereka juga menemukan bahwa orang-orang yang bekerja berjam-jam adalah 11% lebih mungkin menjadi peminum yang lebih berat daripada mereka yang bekerja pada jam normal, tanpa memandang jenis kelaminnya.

Bagi Anda yang doyan kerja lembur sepertinyan harus mulai dikurangi, ya. Melihat dari betapa banyak efek negatifnya. Kerjalah dalam kurun waktu yang standard untuk kebaikan Anda. Ikutin update informasi menarik lainnya di breaktime.co.id

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.