Anak Adalah Aset Masa Depan: Inilah Cara Mendidik Anak yang Baik

Cara Mendidik Anak Yang Baik


Bagaimana cara mendidik anak yang baik sepertinya menjadi permasalahan utama bagi setiap orang tua. Apalagi lingkungan sangat berpengaruh terhadap daya kembang anak. Lingkungan yang baik akan mendukung anak untuk tumbuh dengan positif, dan sebaliknya, lingkungan yang buruk akan mempengaruhi anak menjadi pribadi yang negatif. Oleh karena itu Anda harus mengetahui betul bagaimana cara mendidik anak yang baik.

Sederhana saja, tentu Anda juga resah ketika tiba – tiba anak tidak mau patuh terhadap apa yang Anda sampaikan. Belum lagi jika anak terlalu manja, yang apa – apa harus selalu dituruti. Pastikan Anda bisa membatasi ya, manakah yang harus dituruti dan mana yang harus diabaikan Karena masa mendidik anak tidak dapat terulang kembali, simaklah ulasan berikut untuk mengetahui bagaimana cara mendidik anak yang baik hingga anak menjadi anak yang patuh dan penurut.

Jangan Jadi Orang Tua Egois
Status sebagai orang tua terkadang membuat Anda lupa bahwa anak juga ingin didengar. Sama seperti Anda yang juga mengharapkan agar anak selalu mendengarkan dan mematuhi Anda. Nah, saat menyuruh anak atau menasihati anak, berikan kesempatan pada anak untuk berbicara. 

Bisa saja saat Anda menyuruhnya mengerjakan sesuatu anak sedang capek, sehingga tidak langsung melaksanakan perintah Anda. Jangan karena anak tidak segera melakukan apa yang Anda katakan lantas memberikan cap bahwa anak tidak penurut ya.

Jadilah orang tua yang bijak, sebab anak juga ingin didengar, seperti halnya Anda yang juga ingin didengar. Anda harus ingat, bahwa pendidikan anak dimulai dari lingkungan keluarga, oleh karena itu Anda pun harus selalu memberikan teladan yang baik untuk anak.

Panggil Nama Anak
Anak selalu belajar dari lingungan tempat tinggalnya. Terutama keluarga. Apabila selama ini Anda pernah meneriaki anak saat memanggilnya, mulai sekarang hilangkanlah kebiasaan itu. Jangan memanggil anak dengan seruan, “Heii,,,”, sekalipun dalam keadaan emosi. Bukankah anak mempunyai nama yang juga merupakan nama pemberian Anda?

Apabila Anda memanggil dengan nama anak, anak akan lebih menghargai Anda. Berbeda jika Anda meneriakinya, tentu anak akan menganggap bahwa Anda sedang marah atau tidak sayang dengan anak. 

Perhatikan Kontak Mata
Cara mendidik anak selanjutnya adalah dengan menatap mata anak saat berbicara dengan anak. Tujuan kontak mata disini adalah agar Anda bisa mengerti betul apakah anak tidak mematuhi Anda karena  cuek atau ada sebab lain. 

Ketika melakukan kontak mata kala berbicara dengan anak juga membantu Anda untuk bisa mendengar apa yang dirasakan anak. Terlebih anak – anak masih sering menyembunyikan apa yang mereka rasakan karena takut akan dimarahi dan sebagainya. 

Selain itu, anak juga akan merasa diperhatikan dan dipedulikan oleh Anda. Sebab mata bisa menjelaskan banyak hal tanpa harus berbicara dengan kata. Dengan demikian anak pun akan bisa mengerti bahwa Anda begitu teramat menyayanginya.

Intropeksi Diri
Perlu Anda ingat, sekolah pertama bagi anak adalah orang tua atau keluarga. Bagaimana perilaku maupun sifat anak merupakan hasil dari apa – apa yang Anda tampilkan dan berikan pada anak. Tanpa Anda sadari, anak seringkali memperhatikan Anda ketika tengah berinteraksi dengan dirinya maupun anggota keluarga lain. Dan bisa saja anak akan menirunya di lain hari.

Oleh karena itu, cerdas dan bijaklah dalam mendidik anak maupun dalam bersikap dengan siapapun. Baik buruknya anak tetaplah menjadi andil bagi Anda dan keluarga. Karena dari Anda pula anak belajar banyak hal. Jadi jangan langsung menyalahkan anak saat anak melakukan kesalahan ya. Bisa jadi anak pernah melihat Anda melakukan hal yang sama sehingga ditiru olehnya.

Demikian tadi beberapa cara mendidik anak yang baik agar anak menjadi anak yang penurut. Anak adalah aset masa depan Anda. Jaga dan didiklah anak sebaik mungkin agar kelak bisa menjadi pribadi yang baik, menjadi kebanggaan Anda dan keluarga.
Semoga informasi di atas bermanfaat ya. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.