Ini Dia Beberapa Penyebab Nyeri Haid yang Tidak Tertahankan

Diagnosa Nyeri Haid

Menstruasi yang hadir setiap bulannya merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu karena pertanda siklus haid yang teratur. Namun tak jarang datangnya menstruasi juga menimbulkan ketidaknyamanan tersendiri lantaran rasa nyeri tak tertahankan pada perut, punggung bagian bawah, payudara, pinggang, serta pinggul. Nyeri haid atau dismenore merupakan hal yang sering terjadi pada sebagian besar wanita. Namun yang membedakan hanya tingkat rasa sakitnya yang berbeda-beda antara wanita satu dengan lainnya. Ada yang terasa ringan dan tidak mengganggu, namun ada juga yang mengalami nyeri haid berat.

Diagnosa nyeri haid pada wanita bisa dikarenakan beberapa hal yang berbeda-beda. Ada dua kategori nyeri haid atau dismenore yang perlu Anda ketahui, yaitu:

Dismenore primer, yaitu rasa nyeri yang umum dialami pada wanita, terutama saat awal menstruasi.
Dismenore sekunder, yaitu rasa nyeri yang terjadi lebih awal menstruasi dan berlangsung lebih lama dikarenakan kondisi atau gangguan pada sistem reproduksi wanita.

Yang menjadi penyebab dismenore sekunder sangat bermacam-macam, seperti endometriosis, radang panggul, adenomiosis, fibroid, Intrauterine device (IUD), dan stenosis leher rahim. Kondisi dismenore sekunder umumnya sering disertai dengan berbagai gejala, seperti menstruasi yang tidak teratur, keputihan yang berbau dan kental, pendarahan di antara masa menstruasi, serta rasa sakit ketika berhubungan seksual. Rasa nyeri atau kram pada wanita, terutama yang sudah menikah bisa menjadi dua kemungkinan. Yaitu antara akan mengalami haid namun juga pertanda kehamilan. Dikatakan pertanda kehamilan karena kram perut merupakan ciri-ciri hamil yang mana terjadi akibat adanya proses implantasi embrio. Anda bisa mengecek kalkulator ovulasi anak perempuan sebagai salah satu cara.

Resiko mengalami nyeri haid pada wanita akan lebih besar, apabila volume haid banyak, mengalami menstruasi pertama sebelum berusia 11 tahun, mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, belum pernah hamil, mengkonsumsi minuman alkohol dan merokok. Untuk mengatasi nyeri haid, Anda bisa mengkonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit, melakukan pijatan, mandi air hangat, minum minuman hangat, menggunakan koyo di area yang nyeri, atau berbaring dengan posisi kaki diangkat. Agar selama menstruasi cairan pendarahan tidak meluber kemana-mana dan tetap nyaman, gunakan pembalut wanita yang mendukung untuk hal itu, seperti Laurier. 

Posting Komentar

1 Komentar