Kenapa Bermain sambil Belajar Lebih Disarankan?

Bermain Sambil Belajar

Anak-anak memiliki proses perkembangan otak yang sangat penting berlangsung sampai usia 9 tahun. Itu kenapa penting untuk Anda memperhatikan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh anak. Konsumsi susu menjadi salah satu langkah tepat untuk meningkatkan kecerdasan anak. Selain itu, perlu dilakukan stimulasi kepada anak agar perkembangan otak anak lebih optimal. Inilah mengapa pola bermain sambil belajar sebaiknya juga Anda terapkan.

Ada banyak permainan yang dapat dipilih sambil mengajak anak belajar. Anda tinggal memilih waktu yang tepat untuk memulainya dengan anak. Selain itu, ternyata metode ini memiliki manfaat bagi anak dengan penjabaran sebagai berikut.  

1. Pengembangan Diri
Manfaat yang akan didapatkan oleh anak mulai dari usia 6 tahun dengan metode ini adalah pengembangan diri. Anak bisa belajar untuk memilih apa yang bisa dimainkan atau tidak sesuai dengan apa yang Anda arahkan. Pelan-pelan anak akan belajar untuk menentukan pilihannya seiring waktu.

2. Melatih Mental
Manfaat berikutnya yang akan didapatkan dengan mengajak anak bermain sambil belajar adalah melatih mentalnya. Permainan yang dipilih akan membuat anak bisa memiliki imajinasi dan mengeluarkan ide yang diinginkan dari permainan tersebut. Salah satu permainan yang dapat menjadi pilihan adalah mewarnai gambar. Anak akan berpikir untuk memilih warna yang cocok dan memikirkan ide untuk menciptakan gambar yang terbaik. 

3. Melatih Otak Kanan
Metode belajar yang dilakukan sambil bermain ini bermanfaat juga untuk melatih otak kanan. Anda bisa mengajak anak bermain dengan mendengarkan cerita. Anak akan berimajinasi dari cerita yang didengarkannya dari Anda. Ini jika dilakukan terus menerus, tentunya akan membantu anak mengoptimalkan kinerja otak kanannya. Anak dengan kemampuan ini akan memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. 

4. Menghilangkan Stres
Bagi Anda yang sudah memiliki anak berusia sekolah, bukan tidak mungkin si kecil mulai merasakan kekhawatiran perihal nilai yang akan didapat sewaktu ujian. Nah, cobalah menemani anak belajar dan sampaikan bahwa ujian bisa dilaksanakan dengan lancar jika ia rajin belajar.

Agar anak tidak berlarut-larut dengan kesedihannya, sesekali ajaklah anak belajar sambil bermain. Bisa dengan Anda seolah-olah menjadi guru si kecil dan memberi quiz untuk dijawab lalu Anda akan memberikan cokelat atau permen saat ia berhasil menjawabnya. Cara ini juga bermanfaat untuk membantu anak menghilangkan stresnya. Selain itu, permainan yang bisa Anda pilih salah satunya adalah permainan tebak gambar atau pun permainan yang menggunakan aplikasi di smartphone. 

5. Melatih Motorik 
Cara belajar dengan bermain ini juga bermanfaat untuk melatih motorik anak. Permainan yang dilakukan akan membantu melatih kemampuan menyeimbangkan kerja saraf motorik halus dan kasar. Hal ini juga nantinya akan mempengaruhi perkembangan psikologis pada anak. Secara bertahap anak pun akan dapat mengendalikan dirinya dan memiliki rasa percaya diri yang kuat. Tidak akan ada rasa takut di dalam dirinya untuk berbicara. 

6. Melatih Emosional
Anda yang mengajak anak berwisata untuk belajar akan mendapatkan manfaat anak bisa mengendalikan emosinya. Salah satunya belajar bersabar melihat-lihat binatang yang ada di kebun bintang. Permainan lainnya seperti mengisi tebakan, mewarnai, atau pun mendengarkan cerita juga dapat melatih emosional anak menjadi lebih tenang dan sabar. Ke depannya anak pun akan bisa bersikap dengan baik saat melakukan aktivitasnya. 

7. Meningkatkan Konsentrasi
Ini manfaat yang tak kalah penting saat menerapkan sistem belajar sambil bermain yaitu meningkatkan konsentrasi anak. Tingkat konsentrasi juga dipengaruhi oleh kemampuan anak dalam berimajinasi. Anda bisa menguji konsentrasi anak dengan memberikan permainan dan melihat seberapa fokus anak mengerjakannya. 

Pilihlah permainan yang tepat untuk mengajak anak bermain sambil belajar. Anda bisa melakukannya bersama pasangan atau pun sendiri. Lakukan secara rutin juga akan memberikan manfaat untuk menjalin kedekatan dengan anak. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.